Thursday, June 02, 2016

Imbasan Pertama

Imbasan Pertama

Bila mendengar detak detik
yang digemakan dari degupan jantungmu
sebuah keyakinan yang tertangguh
menjelma serta merta

Kemanisan-kemanisan yang dijangka
lewat kelewatan yang termaklum
menjadi hari-hari yang tersidai
di ampaian nyata
lalu timbul curiga dan waspada
pada sentuhan matahari, bimbang tersilau
pada hembusan angin, risau berdebu

Maaf, aku belum berani
menyusun harapan yang mengasak
di empangan dada
melaungkan kepada dunia
hasrat menyentuh jejari halusmu
di sisi bondamu

KepadaNya
kupohon kesempurnaan ciptaan
dari insan selemahku
akan diwujudkan dirimu


Harris Shah Abd Hamid
11/10/2015

Ampang Point


Catatan 7 bulan yang lalu, setelah doktor mengesahkan kehadiran seorang lagi penyeri dalam keluarga. Sarah Zakirah anugerah Allah kepada kami sekeluarga. Moga Allah berikan kami kekuatan dan kesabaran untuk membesarkan Sarah sebagai insan solehah. 
Blogger Widgets

Wednesday, June 01, 2016

Sasterawan Negara Dr Zurinah Hassan

Teruslah Bermain Seruling

Tiupan serulingmu
merdu dalam bersahaja
menggemakan pesanan saksama dari gunung Ledang
juga memudahkan hadam sisi tempang
perjalanan Hang Li Po, Tun Teja, dan Tuah
yang jarang diulas sejarah

Mainan serulingmu
bukan hanyut dalam perasaan
malah berkongsi kekuatan
upaya berfikir dan melihat
melalui bingkai-bingkai tingkap
yang jarang ditatap

Alunan seruling itu tetap merdu dan ampuh
hasil seniman yang hidup dalam dirinya
dan tidak meninggalkan seni
untuk membanting jasadnya merawat dunia

Teruslah bermain seruling
untuk kami para seluang
yang menghadap ke pelabuhan


Harris Shah Abd Hamid
Gombak

14 April 2016


Catatan ini dihasilkan sebelum menghadiri majlis pengaugerahan Sasterawan Negara Ketiga Belas di Hotel Mariot Putrajaya. 

Monday, March 28, 2016

scoring a test in SPSS

Lets say you have a test and have keyed in the respondents' answer. If the questions are MCQ type of questions, perhaps you would have keyed in the numbers 1, 2, 3 or 4 to represent the answers A, B, C, and D. Now you want to find out the respondents' score. Each question would have only one correct answer. You cannot simply compute the total of the numbers because not all of the numbers for your respondents may  necessarily be the correct answer, right?
















In this example, there are 20 items with labels RAT1 up to RAT20. The possible answers are coded into 1 (correct answer), 0 (wrong answer) and 99 (blank answer). If we want to compute the total correct answer for each participant, we use the Transform menu and choose Count Values within Cases as indicated in the diagram below.

















In the pop-up window, we specify the target variable and target label. Basically, these are for the new variable that we want to create. So, for this example, i used the name 'correct' and 'correct answers' for the variable and label.  I also have to specify what is (are) the numeric variables to be included in the computation. Since I have 20 RAT items, I inserted all twenty of them in the Numeric Variables box. When that is done, you click on Define Values.















In the following window, you tell SPSS what value do you want to count. In this case, I want to know how many correct answers are there; so, the logical value to declare is '1'. Make sure you click the 'Add' button before continuing.



When you click 'OK' in the previous window, you'll get the new variable listed in your file.  And remember to say Alhamdulillah. 





Thursday, February 18, 2016

I was a migrant too

Migrants made a decision to move to another country to meet their financial/economic needs.
They also have social needs: being in close contact with friends, family and relatives. They did not leave their social needs behind in a box. Have we ever tried to empathise with the homesickness that migrants feel? People had to make a difficult decision to uproot themselves and leave their family behind. It is definitely NOT 'for fun'. The trip from the home country does not feel touristy at all. I remember the heartache and the tears that rolled down my cheeks in 2007 when I made my journey to England. As the aircraft took off, my spirit did the opposite of soaring. Not fun at all.
When there are a lot of basic psychological needs not met, should we be surprised that there are 'problems'?
Their work environment is largely dictated by their employer. Employers should take the responsibility to create an environment to improve psychological well-being.
Their social environment is another important element for their well-being. Being accepted and treated fairly in social context is a huge boost for psychological health. Who's going to do the 'accepting' job? Guess who do they find in their social environment. Yes, us.
Do we do a good job to assimilate the migrants? Or do we try our best to ignore or actively harass them?
On what basis should we treat the migrants with contempt and disgust? Based on their passport? Body odour? Their language? The government spokeperson who campaigned for their arrival?
Is your religion not strong enough to be a basis for reaching out to your brothers and sisters?

Wednesday, December 23, 2015

Beri laluan kepada vip!

Di zaman Najib ni, banyak lawak pedas dan lawak masin yg keluar. Bukan orang politik je yg ada spin doctor. Orang awam pun ramai yang jadi pakar spin. Contohnya, ada baca statement 'kalau vip nak laluan, bangun awal.'
Tak pelik sebenarnya kalau ramai yg meluat nak beri laluan kpd vip yang diiringi escort polis.

Aku pulak, meluat juga kpd orang yg perasan vip. Dok kat belakang jauh setengah batu dah beri high beam. Nak membelah trafik macam Nabi Musa a.s. belah lautan Merah agaknya. Bila dah dekat, cucuk dan himpit. Walaupun kat depan kita ada kereta. Ada ruang pun untuk jarak selamat je.

Orang macam ni arrogant lebih drpd menteri. Kalau dialah antara golongan 'anti beri laluan kpd VIP', memang wajar pasang high beam kuat2 kat muka dia. Kot2 boleh nampak sinar hidayah.

Thursday, December 03, 2015

Monyet Kampus

Dari mana datang ilham tulis puisi?
Hari ni dapat ilham bila tengok monyet datang bertandang di kafetaria sewaktu menikmati makan tengah hari di kampus, sambil melayan berita kenaikan harga tiket ERL dan pengangkutan awam lain.

Monyet Kampus
Apa peliknya jika monyet
masuk ke kampus menara gading
merayau-rayau di taman
di meja-meja bersisa makanan
Monyet hanya meninggalkan najis
sebelum pulang ke sisa hutan yang dipanggil rumah
dan meninggalkan kampus tegak berdiri
untuk dikunjungi lagi
Yang lebih pelik pada mataku
monyet yang keluar dari kampus
tanpa menambah sifat kemanusiaan
dan hidup bagai tidak bertuhan
Monyet hutan hanya pandai mengacah-acah
demi merebut cebis-cebisan
dan menjelirkan lidah
bila dimarah manusia
Sedangkan monyet berijazah
merebut kerusi megah dan kuasa memerintah
lalu meratah hingga tinggal cebis-cebisan
lalu menjelirkan lidah tanda marah
pada mereka yang mengadu kelaparan
Monyet hutan menceroboh
untuk menyambung hidup
monyet berijazah menceroboh
kerana hilang panduan hidupnya
Bila manusia melupakan Tuhannnya
jadilah dia seperti kera.

Monday, November 16, 2015

SSP: Naluri Berkongsi

Dari darat menuju ke hutan
di teduh sena merehat diri
bagai sarat mengendong intan
ke tangan mana hendak diberi

Di teduh sena merehat diri
daun jatuh menyentuh semalu
ke tangan mana hendak diberi
tangan yang jauh teringat selalu

Daun jatuh menyentuh semalu
mengikat rotan sampai ke malam
tangan yang jauh teringat selalu
tersimpanlah intan di dalam genggam

Sunday, November 15, 2015

SSP: Sepetang di Ulu Sepri

Mudik ke hulu dalam sampan
bawa bekal beras bertampi
semat rindu padamu tuan
buat bekal ke alam mimpi

Dikerat-kerat pohon meranti
tak kan dapat tumbuh melata
telah tersemat di dalam hati
dirimu tuan tidak ku lupa

Kayu jati digilap bersih
buat tiang ukiran melati
dalam hati terpahat kasih
simpan sayang sampai ke mati

Cenderawasih terbang berkawan
hinggap datang atas tandu
hamba kasih padamu tuan
mengapa jarang mengutus rindu

Ingin berlagu di dinihari
mengintai bulan tidak jelas
mengirim rindu berhari-hari
sayangnya tuan tidak membalas

Saturday, November 14, 2015

SSP: Mengenang

Pucuk pauh buah berangan
diikat-ikat dengan tali
orang jauh jadi kenangan
hendak dilupa sukar sekali

Pucuk rebung dilentur-lentur
aur meliuk disapa bayu
kasih dan sayang berbaur-baur
bila diingat hatipun sayu

Pucuk salak dihinggap tempua
Lalu terbang hala setinggan
nasi ditanak untuk berdua
tapi hidang hanya sepinggan