Monday, February 27, 2006

Brief Countdown

A concise version of my countdown.

1. Kiranya Kau Dengar

This is a song that I wrote. And Zairul provided the music that makes it comes alive. Thank you Zairul. (Love you)

2. Seindah Biasa
Those who knows me perhaps are asking: Mana lagu Siti? Well... here sheis. From Prasasti Seni, this is a song that is uplifting, melancholic, and optimistic at the same time. Will you please sing for me, my songbird?

3. If I Let You Go

I heard the song, for the first time in Dundee. Perhaps that was the first time I paid attention to the song. Being sung by a boy band did not diminish the values. The song did change me. I wish there are more songs that talk about what should we do with our feelings, rather than just express our feelings.

4. Jangan Ada Benci

I really like the message in this song. And personally, I have adopted the message. If I'm not meant to be with a person, then let there be no hate. Pergilah engkau mencari kebahagiaan. Sungguh aku rela menamatkan apa yang perlu ditamatkan. Biarlah kenangan bersama menjadi monumen ikatan. Jangan cemari ia dengan benci.

5. Rendang Tak Berbuah

I'm touched by the statement about barren (as in tak berbuah) and bare (telanjang). Is this song an attempt to bare all?

6. Bayangan

Lagu ni memang orang minat dari dulu. Bukan sekadar lirik. Bukan sekadar aura Aishah. Tapi lagu ini secara holistiknya begitu melekat di jiwa.

7. Gerimis Mengundang

Lagu Slam ni pulak memang memberi impak maksima tahap slam dunk. Meruntun habis. Tapi, setelah ribut berlalu, lagu ni jadi monumen kepada kenangan pahit yang terjadi dalam hidup.

8. Aku Cinta Kau Dan Dia

Lagu ni memang jatuh cinta kali pertama mendengarnya. Masa tu dalam kereta cousin. Dengar radio. Versi Adi Fashla. Ntah… ada sesuatu yang mendayu dalam getar suaranya.

Friday, February 24, 2006

Birthday night surprise

What a day it was yesterday.
Pepagi dikejutkan dengan sejambang bunga.
Tengah hari 'dikejutkan' dengan kek dan hadiah untuk Marwan.
Dan, paling best..... malam dikejutkan dengan another cake from my parents!

What a birthday...

Thursday, February 23, 2006

TERIMA KASIH

Terima kasih kepada yang mengingati
terima kasih kepada yang memberi perhatian
terima kasih kepada yang menghantar tanda ingatan
terima kasih kepada semua yang menghadirkan pelangi

And My Favorite Song Is.....

Wednesday, February 22, 2006

Here She Is

Those who knows me perhaps are asking: Mana lagu Siti? Well... here she is. From Prasasti Seni, this is a song that is uplifting, melancholic, and optimistic at the same time. Will you please sing for me, my songbird?

Seindah Biasa

Jangan pernah takut ku tinggalkan
saat bintang tak mampu lagi berdendang
saat malam menjadi terlalu dingin
hingga pagi tak seindah biasanya

Tak kan mungkin kita bertahan
hidup dalam kesendirian
panas terik hujan badai kita lalui bersama
saat hilang arah tujuan
kau tahu ke mana berjalan
meski gelap meski terang
kita lalui bersama

Ku tak bisa merubah yang tlah terjadi
tapi aku kan menjanjikan yg terbaik
agar kita tak pernah menjadi jauh
meski pisah dermaga untuk kita berlabuh

Pernah kita jatuh mencuba berdiri
menahan sakit dan menangis
tapi hati hidup lebih dari itu
dan kita mencuba melawan

Tuesday, February 21, 2006

What If I Let You Go?

I heard the song, for the first time in Dundee. Perhaps that was the first time I paid attention to the song. Being sung by a boy band did not diminish the values. The song did changed me. I wish there are more songs that talk about what should we do with our feelings, rather than just expres our feelings.

If I Let You Go

Day after day
time pass away
and I just can't get you off my mind
nobody knows I hide it inside
I keep on searching but i can't find

the courage to show
to letting you know
I've never felt so much love before
and once again I'm thinkin' about
takin' the easy way out

but if I let you go
I will never know
what my life would be
holding you close to me
will I ever see you smiling back at me
oh yeah how will I know
if I let you go

night after night
I hear myself say
why can't this feeling just fade away
there's no one like you
you speak to my heart
it's such a shame we're worlds apart

I'm to too shy to ask
I'm to too proud to lose
but sooner or later I've gotta choose
and once again I'm thinkin' about
taking the easy way out

but if I let you go
I will never know
what my life would be
holding you close to me
will I ever see you smiling back at me
oh yeah how will I know
if I let you go

if I let you go, oh baby

oooh

once again I'm thinkin' about
takin' the easy way out

but if I let you go
I will never know
what my life would be
holding you close to me (close to me)
will I ever see you smiling back at me
oh yeah how will I know
if I let you go

but if I let you go
I will never know
(oh baby)

will I ever see
you smiling back at me
oh yeah How will I know
(how will i know)
if I let you go

Monday, February 20, 2006

Preparing for Better or Worse

I really like the message in this song. And personally, I have adopted the message. If I'm not meant to be with a person, then let there be no hate. Pergilah engkau mencari kebahagiaan. Sungguh aku rela menamatkan apa yang perlu ditamatkan. Biarlah kenangan bersama menjadi monumen ikatan. Jangan cemari ia dengan benci.

Jangan Ada Benci


Andainya ada di antara kita nanti
Berubah hala serta memungkiri janji
Jangan ada benci
Suka dan duka dilalui
Jadikan kenangan di sudut hati

Andainya cita-cita tidak kesampaian
Ikatan murni terputus di pertengahan
Jangan dikesalkan
Jangan lantaran kegagalan
Kita berdendam saling bermusuhan

Ungkit-mengungkiti
Sakit-menyakiti
Memusnahkan diri

Kita harus tabah dan bersedia
Cekal hadapi kemungkinan yang tiba
Kadangkala yang berlaku
Di luar kemahuan kau dan aku

Sunday, February 19, 2006

Something Parallel

I'm touched by the statement about barren (as in tak berbuah) and bare (telanjang). Is this song an attempt to bare all?

Rendang Tak Berbuah

Sunyi dan gelap
Terlantar dalam telanjang
Di pintu rindu
Hidup dan matiku disisimu

Sakit yang datang
Menguji kasih dan sayang
Antara merenda semalam
Mungkin takkan berbuah

Hanya memadukan
Namun tidak mengenyangkan
Musafir lalu nan dahaga
Di jalan panas membara

Begitulah hakikatnya
Di mahligai kesakitan
Yang mengundang sahabat
Saudara jauh dekat
Menghembus nafas pilu

Ibu mengertilah
Aku sengsara
Lemas berendam airmata
Rendang kasihmu
Dalam gelora
Jadi rebutan selamanya

Berikanlah pengertian
Waktuku di hujung jalan
Berbicara bahasa duka
Tanda penyesalan

Manapun aku berlabuh
Pastinya untuk desamu
Biarpun tak bersubur
Biarlah tak tertangguh
Di telapak kakimu

Sakit kurasakan
Jadi peneman
Masa semalam yang silam

Saturday, February 18, 2006

Kesayuan

Lagu ni memang orang minat dari dulu. Bukan sekadar lirik. Bukan sekadar aura Aishah. Tapi lagu ini secara holistiknya begitu melekat di jiwa.

Bayangan

Terkenang saat nan indah
Waktu kita bersama
Berteduh di bawah satu bumbung
Kau buka jalan bahagia
Pada jiwa terbiar luka
Kau memberi kekuatan dalam kepayahan
Di saat ku mencari arah hidup
Tiap waktu dikau memayungiku
Terpesona di bawah redupnya..oh..! oh..!
Bayangmu

Dan aku bagai terlupa
Bahawa takdir yang Esa
Semua telah pun direncana
Kau pergi dalam sekelip mata
Untuk selamanya oh..! oh..!

Bersemadi
Disaatku masih amat memerlu
Keharuman cintamu yang satu
Apa daya ini takdirNya semua
Dan yang tinggal diriku bersama
Bayangan

Namun pun begitu kau tetapkan wujud
Dalam jiwaku bersemi
Tak pernah lari
Kenangan lalu
Kubawa bersamaku
Merindu oh..! oh...!
Bayanganmu
Dikala sepi mendatang
Tak dapatku menahankan
Airmata kerinduan

Semangatmu terasa bersamaku
Walau kita terpisah di dunia
Senyumanmu kini jdi tangisku
Tiap hari waktuku mencari oh..! oh..!
Bayanganmu

Ku hulur doa buatmu
Abadilah di sana oh!
Sejarahmu yang gemilang
Bersamaku
Bayangan, bayanganmu
Bayangan...

Friday, February 17, 2006

Berhujan

Lagu Slam ni pulak memang memberi impak maksima tahap slam dunk. Meruntun habis. Tapi, setelah ribut berlalu, lagu ni jadi monumen kepada kenangan pahit yang terjadi dalam hidup.


Gerimis Mengundang


ku sangkakan
panas berpanjangan
rupanya gerimis
rupanya gerimis mengundang
dalam tak sedar ku kebasahan

Pernah juga kau pinta perpisahan
aku sangkakan itu hanyalah gurauan
nyata kau serius dalam senyuman ..

bukan sekejap denganmu
bukan mainan hasratku
engkau pun tahu niatku
tulus dan suci

senang benar kau ucapkan
kau anggap itu suratan
sikitpun riak wajahmu
tiada terkilan

hanya aku separuh nyawa
menahan sebak di dada
sedangkan kau bersahaja
berlalu tanpa kata

terasa diri amat terhina
kau lakukan

sia sia
ku korban selama ini
jika kasihku jika hatiku
kau guris
dalam tak sedar ku menangis

Thursday, February 16, 2006

The Countdown Begins

Dah lama tak mengupdate yop! Dah bersawang dah. Sedar tak sedar… tinggal beberapa hari je lagi untuk aku berubah umur. Disebabkan tak de ilham (meminjam kata2 Pak Lah dan Che Det) utk post baru, ingat nak buat countdown birthday dgn menyenaraikan my favorite songs.

Lagu ni memang jatuh cinta kali pertama mendengarnya. Masa tu dalam kereta cousin. Dengar radio. Versi Adi Fashla. Ntah… ada sesuatu yang mendayu dalam getar suaranya.

AKU CINTA KAU DAN DIA

Hancur hatiku mengenang dikau
Menjadi keping-keping setelah kau pergi
Tinggalkan kasih sayang
Yang pernah singgah antara kita
Masihkah ada sayang itu

Memang salahku, yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya 'tuk bersama kamu
Walau 'tuk t'rus bersama
'kan ada hati yang 'kan terluka
Dan ku tahu kau tak mau

Sekali lagi maafkanlah
Karena ku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya

Mungkin tak mungkin 'tuk terus bersama
Jalani semua cinta yang tlah dijalani
Tapi bila itu yang
Kau pikir yang terbaik untukmu
Bahagiaku untuk dirimu

Simpan sisa sisa cerita cinta berdua
Walau tak tersisa cerita cinta berdua

Still love her in my mind
Still love her forever

(Komen: Cinta yang sejati akan sanggup membenarkan yg dicintai itu utk terus merasai kesenangan, walau ia membuat pencinta itu terguris. Sang pencinta tak meminta yg dicinta untuk membuat pilihan. Hanya restu yang dipinta untuk meneruskan kehidupan)

Wednesday, February 08, 2006

Sun vs the Wind

Do you still remember the story about the sun and the wind? The wind boasted that it is a more powerful being than the sun. To establish its prowess, the wind suggested a test. Both of them saw a man walking. (bukan berjalan di bawah pohon asmara, ok?). He was wearing a long-sleeved shirt. The wind said, "I am powerful enough to blow that shirt off of him." And so, the wind started blowing, harder and harder. But tighter and tighter the man held on to his shirt. Then, the sun stopped the wind.
"Let me try," said the sun. So the sun started shining, warmer and warmer. The man loosened his shirt and finally peeled of his shirt. And the sun smiled at the defeated wind.

My take on the story:

1) The are external factors that can influence our behavior. Environments may make us do something, like holding on to our shirt during windy condition. It can also prevent us from doing something.
2) There are biological/internal factors that can influence our behavior. The sun causes physiological and biological reactions that make us want to take off our shirt.

What the story doesn't tell is the third factor. Which is just as important, if not more important. The third factor is the SOUL. A strong soul will not succumb to environmental and biological demands. The soul will only bow to those factors if they do not threaten the integrity of the soul. A muslim's (pure) soul will prevent the environmental and biological factors from influencing the muslim to perform sinful behavior. That's why (pure) muslims won't take off their shirt while walking around KL just because the weather is warm.

What does your soul tells you to do?

Semalu

Padaku ada kehijauan
yang memberimu kesegaran

Pastikan ada ruang
untuk kupancarkan kehijauan itu

Kiranya kau sentuh tangkai kehijauan
kau hilangkan ruang pancaran

Akulah semalu
yang akan menutup mukaku

Padaku ada duri
yang bisa menikammu