Thursday, February 28, 2013

Ad hominem


'Hujah':  "Inikah yang nak diharapkan memperjuangkan Islam kat negara ni? Anak bini pun tak terjaga. Bini tak bertudung. Anak perempuan jadi penyanyi kelab malam"

Reaksi:
1) err.... ahli keluarga para Nabi dan Rasul pun tak semuanya 'terjaga'.
2) orang yang membawa hujah itu pun tidak maksum 100% ahli keluarganya. Wanita ahli keluarganya pun mungkin masih mintak diskaun aurat (ini reaksi provokasi).

Kredibiliti perjuangan seseorang tidak wajar dinisbahkan secara terus dengan perilaku dan peribadi ahli keluarganya. Sedangkan Nabi Muhammad yang kita sayangi itupun tidak berupaya mengIslamkan pakciknya kerana itulah kehendak Allah. Maka apakah wajar kita memperleceh dan mengutuk para pemimpin politik atau organasisasi sekiranya ahli keluarga mereka 'cacat' di mata kita? Jika hendak menolak perjuangannya, tolaklah isi dan perlaksanaan perjuangannya. jangan tolak kerana ahli keluarga pejuang itu.

Ayat menyejukkan hati: Allah berfirman: " Hai Nuh, sesungguhnya dia (yakni anak Nabi Nuh) bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang orang yang tidak berpengetahuan ".

Refleksi: siapalah kita untuk menilai orang lain. Dia pun mungkin sangat-sangat berharap kesempurnaan iman, akhlak dan ibadat untuk ahli keluarganya. Tapi Allah ada ketetapannNya sendiri. Mungkin banyak baiknya kita berempati dengan Nabi Nuh dalam situasi ayat di atas. Mudah-mudahan sejuk hati kita. Dan lembut kesombongan kita.

Wednesday, February 27, 2013

thank you

A Department in an organisation has to rely on the management of the organisation for distribution of resources like money, staff and rooms. There are cases where Departments do not get what they need even though the resources are available. This could be due to incompetence or selective action of the managers. So, there is still a need to be thankful to the managers who manage to distribute the resources well, even though the expenditure does not come from the manager's own pocket.

It would a gross oversimplification to say "all managers in the world would provide basic facilities  to the Departments in their organisation". This requires near perfection to occur: managers with the correct attitude, aptitude, and ability. The fact is there are people who are self-centered, incompetent, haven't got a clue what to do with the resources available, and have a host of other imperfections that make the distribution and management of resources less than perfect. So, good managers deserve expression of gratitude from the subordinates. We thank them for their competence. 

May we all be saved from the harms inflicted by incompetent people.

Dalam pada masa yang sama, kerajaan juga tidak seharusnya 'memaksa' rakyat berterima kasih atas setiap apa yang dilakukan oleh kerajaan.

eh.... kerajaan? still talking about the same topic ke?

Tuesday, February 26, 2013

Mind the STEP


The 'T' in the STEP is for 'teachers'. Do try to know them. 

If you want good grades in the courses you're taking with them, find out what they expect from you, your assignments, and your exams.

If you want to get 'ilm from them, find out their style of teaching. Know when they are being serious, and when they are joking. Don't confuse their sarcasm with factual information. 

If you want to gain benefits from their wisdom, be patient and ready to accept them for who they are. They are humans too. You have to put your ego, preferences and any preconceived ideas aside. Be ready to learn just like how prophet Musa a.s. was prepared before accompanying prophet Khidir a.s..

terkesan

Kuat terkesan.
Orang mungkin kata sensitip.

Hakikatnya, perkara yang mencetus aktiviti saraf cuping frontal memang sukar diabaikan. Tambahan pula, mungkin cetusan itu merebak ke amygdala. Yang menyentuh intelek itu turut menyentuh emosi.

Entahlah.
Agak mengambil masa juga untuk turun dari puncak ombak: walau hanya taufan dalam cawan teh. Susah untuk mencari rasional dalam selirat kekeliruan, putar belit kata, atau kedunguan yang nyata. Yang kusut hendak diluruskan. Yang kabur cuba dijelaskan. Yang kelabu diterangkan.

Penerangan yang utama ialah penerangan kepada diri sendiri. Dan catatan tentang penerangan ini menjadi rakaman untuk tatapan bila kecamuk bertamu lagi.

Friday, February 15, 2013

Interview

Interview oh interview
mengganggu kestabilan emosiku
hadir tanpa diduga
untuk menduga aku

interview datang sekali lagi
bagai pegawai keselamatan di lapangan terbang
memeriksa susuk tubuh
dengan begitu rapi sekali

Perlukah lulus interview?